Persiapkan Masa Depan si Buah Hati dengan Asuransi Pendidikan

Setiap orang tua pasti ingin melihat anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik, untuk bisa mengantarkannya ke tangga kesuksesan nanti. Anda sebagai orang tua, tentu tak ingin jika sekiranya terjadi suatu hal buruk di masa depan, yang membuat pendidikan anak terputus. Salah satu langkah untuk menjamin anak dapat terus mengecap pendidikan, adalah dengan memiliki asuransi pendidikan.

Seberapa Penting Sebenarnya Asuransi Pendidikan Anak?

Anda mungkin masih diliputi keraguan, harus gak nih memiliki asuransi pendidikan, untuk memastikan anak bersekolah setidaknya sampai sarjana. Apalagi dengan tagline ‘sekolah gratis’ yang berkembang di masyarakat, membuat pendidikan seolah mudah didapatkan. Biar tak terlalu lama dirundung kebingungan, berikut alasan untuk buat Anda yakin memiliki asuransi pendidikan anak secepatnya.

  1. Diperlukan Banyak Dana Saat Anak Masuk Sekolah

Memang benar bahwa di Indonesia, pendidikan digratiskan secara nasional hingga jenjang SMP. Pada beberapa provinsi, kota atau kabupaten di Indonesia, Anda bahkan juga akan menemukan bahwa sekolah digratiskan hingga jenjang SMA. Namun, adanya embel-embel gratis ini, apakah berarti Anda hanya perlu memberi anak uang saku saja setiap harinya? Tentu saja tidak, bukan.

Anda memerlukan uang untuk membelikan anak buku pelajaran, seragam sekolah, sumbangan ini dan itu, yang pastinya membutuhkan uang dalam jumlah lumayan. Banyak masyarakat yang selama ini salah kaprah dengan konsep ‘gratis’, sehingga akhirnya kesal sendiri pada pihak sekolah. Masalahnya mereka tak menganggarkan dana yang cukup untuk persiapan anak masuk sekolah.

Saya sendiri melihat bagaimana pusingnya orang tua saya memikirkan dana, untuk memenuhi keperluan adik bungsu saya yang kebetulan masuk SMA tahun ini. Mulai dari membeli sepatu, seragam, tas, dan buku-buku pelajaran, semuanya harus dikeluarkan dalam satu waktu. Seandainya, orang tua saya dulu telah berinvestasi lewat asuransi pendidikan, tentu mereka bisa lebih santai menghadapinya.

Jika beberapa tahun sebelumnya orang tua saya memutuskan membeli asuransi pendidikan, mereka tak akan panik memikirkan biaya sekolah yang lumayan besar ini. Asuransi pendidikan akan memberikan sejumlah dana pertanggungan, di setiap awal sekolah, sesuai dengan jenjang pendidikan yang diasuransikan. Jadi, orang tua pastinya memiliki uang pegangan, untuk keperluan sekolah anak mereka.

  1. Asuransi Bisa Jamin Pendidikan Anak Walau Orang Tua Telah Tiada

Bukannya ingin mendahului takdir, namun kematian sama sekali tak pandang bulu. Kematian bisa menjemput Anda, saat anak masih berada di jenjang sekolah. Jangankan kematian, kecelakaan ataupun penyakit yang Anda derita, terutama jika Anda seorang kepala keluarga, dapat membuat Anda kehilangan pekerjaan. Saat hal ini terjadi, dari mana lagi sumber biaya pendidikan anak?

Jika sama sekali tak ada tabungan atau asuransi pendidikan yang Anda tinggalkan, bagaimana caranya anak untuk tetap melanjutkan sekolahnya? Hal terburuk yang mungkin terjadi adalah anak harus berhenti mengenyam pendidikan. Tak hanya harus berhenti dari sekolahnya, anak pun mungkin harus turun langsung untuk mencari nafkah, agar terus bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan adanya asuransi pendidikan, nasib anak tak akan luntang-lantung setelah Anda tinggalkan untuk selamanya. Jika pemegang polis meninggal atau jatuh sakit sehingga tak bisa lagi bekerja, maka pihak asuransi akan menanggung biaya pendidikan anaknya. Walau premi asuransi tak lagi dibayarkan, anak yang pendidikannya sudah diasuransikan, akan dibiayai pendidikannya hingga selesai.

  1. Biaya Pendidikan yang Makin Lama Semakin Mahal

Masalah pelik perihal biaya pendidikan yang semakin naik setiap tahunnya, terus-menerus menghantui pikiran orang tua. Biaya pendidikan yang harus dikeluarkan semakin besar, namun pendapatan tiap bulannya tetap saja stagnan. Apakah nanti kira-kira anak bisa disekolahkan hingga sarjana? Jangankan sarjana, memastikan anak tamat SMA saja, orang tua bisa merasa ngos-ngosan.

Jika ingin menyekolahkan anak hingga sarjana, harus juga diingat bahwa hampir semua universitas sekarang memberlakukan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT). Baik universitas negeri ataupun swasta, sekarang sama saja, yakni sama-sama mahal biayanya. Orang tua yang tak memiliki asuransi pendidikan atau tabungan, tentu harus pinjam ke sana dan sini, untuk bisa menguliahkan anak mereka.

Orang tua saya pun sekarang berada di fase yang sama, fase puyeng memikirkan biaya kuliah adik saya. Biaya untuk tiap semesternya mencapai hampir 10 juta, berbeda jauh dengan biaya kuliah saya dulu yang bahkan tak mencapai angka 1 juta. Walau keduanya bekerja sebagai abdi negara, tetap saja setiap semester baru datang, mereka pasti akan terus komplain akan mahalnya biaya perkuliahan.

  1. Membuat Keuangan Keluarga Makin Terarah

Asuransi pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi, yang dananya bisa Anda cairkan saat nantinya si buah hati akan memasuki jenjang sekolah. Tentu saja, untuk bisa mendapatkan cairan dana tersebut, Anda harus membayarkan preminya terlebih dahulu. Kebiasaan membayar premi per bulan atau per tahunnya ini, akan mengajarkan Anda untuk mengelola keuangan dengan baik.

Banyak rumah tangga yang mengalami masalah keuangan, karena pengelolaannya tak berjalan dengan baik. Tak ada perencanaan yang matang, akan keperluan di masa depan. Hal yang dipikirkan hanya bagaimana mencukupi kebutuhan sekarang dan menghabiskan sisa pendapatan. Padahal, daripada digunakan untuk kebutuhan yang tak penting, lebih baik diinvestasikan untuk pendidikan si kecil di masa depan.

Asuransi Pendidikan Sequis Jamin Pendidikan Anak Hingga Dewasa

Sebagai bentuk tanggung jawab orang tua untuk dapat menyekolahkan anaknya hingga dewasa, Anda bisa mulai dengan mengasuransikan pendidikan anak. Pada bidang ini, Sequis akan dapat mewujudkan keinginan Anda, untuk mengantarkan anak ke jenjang kesuksesan. Sequis sebagai penyedia asuransi, memiliki 4 produk asuransi pendidikan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.

Produk asuransi pendidikan Sequis meliputi EduPlus, EduPlan Insurance, EduPlan, dan Telepro Beasiswa Berjangka. Setiap jenis produknya ini, memiliki perbedaan ketentuan usia masuk tertanggung, masa, jumlah dan metode pembayaran premi, masa dan jumlah uang pertanggungan asuransi. Sebagai contoh, mari kita lihat asuransi pendidikan TelePro Beasiswa Berjangka Sequis.

Keunggulan yang ditawarkan TelePro Beasiswa Berjangka adalah Anda hanya perlu membayar premi selama 8 tahun untuk masa pertanggungan hingga 13 tahun. Uang pertanggungan yang akan didapatkan bervariasi sesuai dengan jenis premi plan yang Anda pilih. Uang pertanggungan yang paling kecil adalah sebesar Rp15.000.000 dan yang paling besar jumlahnya mencapai Rp100.000.000.

Jumlah premi yang harus dibayarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp6.500 saja per harinya. Anda bisa membayarnya per bulan atau pun per tahun. Jika sekiranya pemegang polis meninggal dunia karena kecelakaan, maka ahli waris akan mendapatkan 150 persen uang pertanggungan. Sedangkan jika kematiannya bukan karena kecelakaan, uang pertanggungannya sebesar 125 persen.

Asuransi pendidikan merupakan salah satu cara Anda untuk memastikan keberlangsungan pendidikan buah hatinya, hingga nanti ia bisa meraih gelar pendidikan tertingginya. Jangan biarkan kemalangan yang mungkin menimpa keluarga Anda, membuat impiannya untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin menjadi kandas. Asuransi pendidikan merupakan investasi masa depan bagi si buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *